Sesorah Jawa: Contoh Pidato Bahasa Jawa Pendidikan | Kesehatan | Keagamaan | Kesehatan | Lingkungan | Perpisahan | Kemerdekaan | Hari Besar Nasional | Sesorah Bahasa Jawa | Naskah Pidato Bahasa Jawa | Cerita Bahasa Jawa | Cerkak Bahasa Jawa | Dongeng Basa Jawa| Aksara Jawa | Pawarta | Berita Bahasa Jawa | Cerita Wayang Bahasa Jawa | DLL

Objek Wisata Cantik dan Alami yang Belum Terjamah di Bali

Pesona Bali seolah tidak pernah ada habisnya mulai dari pantai, gunung, hingga pulau selalu mendatangkan turis dari mancanegara maupun lokal. Tiket pesawat menuju Bali pun dapat ditemukan dan dibeli dengan mudah baik membeli  melalui tiket online ataupun mendatangi agen maskapai penerbangan.

Banyaknya destinasi wisata di Bali membuat objek wisata di daerah terpencil jarang dijambah oleh para turis. Padahal objek wisata tersebut menyimpan pesona yang memukau seperti tiga wisata di bawah ini, di antaranya:

1. Gili Tepekong

Pencinta diving jangan sampai kamu melewatkan Gili Tepekong. Diving sekaligus menguji adrenalin berenang bersama hiu putih. Berani mencoba? Jangan dulu panik karena hiu bintik putih ini masih asing dengan keberadaan manusia. Meskipun begitu antisipasi saat diving memang diperlukan. Jarak aman untuk melihat ikan hiu bintik putih adalah sejauh tiga sampai lima meter.

Diving di Gili Tepekong diperuntukkan bagi yang sudah berpengalaman dan telah memiliki sertifikat. Kuatnya arus di Gili Tepekong takutnya malah menjadi petaka bagi pemula. Selain itu, keindahan laut Gili Tepekong dan keberadaan hiu hanya bisa ditemukan setelah kamu menyelam sejauh enam hingga sepuluh meter. Tak hanya hiu bintik putih yang biasanya ada di Gili Tepekong terkadang hiu banteng juga suka melintas dan ditemukan di bawah karang. Pesona keindahan biota laut Gili Tepekong emmang begitu menyihir para penyelam. Apalagi ketika mereka bisa bertemu dengan ikan Mola-Mola yang sudah jarang ditemukan di dunia.

Gili Tepekong berada tidak jauh dari Padang Bai. Dari Bandar Udara Ngurah Rai Bali kamu bisa menggunakan taksi dengan cara negosiasi biaya jangan pernah gunakan argo. Rata-rata akan dikenakan Rp360.000,- setiba di Padang Bai melanjutkan dengan speedboat menuju Gili Tepekong.

2. Rumah Bambu Pengalon

Objek wisata Rumah Bambu Pengalon ada karena dulunya lokasi ini akan dijadikan tepat untuk acara festival music ‘Bali Unite’, namun karena masalah perizinan bangunan ini pun tidak selesaikan dan hanya tertinggal kerangka. Justru kerangka-kerangka dari  bamboo ini menjadi daa tarik bagi warga sekitar untuk berfoto-foto.

Rumah Bambu Pengalon ini dibuat di atas lahan 16 hektar.  Saat tiba, kamu akan disambut oleh terowongan bambu yang kurang lebih tingginya setengah pohon kelapa.  Setelah melalui terowongan, kamu akan melihat orang berjejer untuk mendapatkan angle terbaik di jembatan bamboo. Tapi, material untuk membuat jembatan ini tidak sepenuhnya dari bamboo,  tiang penyangga jembatan ini dibuat dari pohon kelapa. Sesuai dengan namanya, icon dari Rumah Bambu Pengalon ini adalah rumah raksasa yang dibentuk bagaikan kubah dan terbuat dari bamboo-bambu. Sayangnya rumah raksasa ini baru setengah jadi.  Total rumah bamboo yang ada di area ini sebanyak empat rumah.

Selain rumah raksasa yang terbuat dari bambu, keberadaanya yang berada di pinggir danau, menambah daya tarik Rumah Bambu Pengalon.  Tertarik untuk berkunjung ke Rumah Bambu Pengalon? Kamu dapat datang ke Jalan Br Pengalon, Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangase.  Dari Kota Denpasar arahkan menuju Pura Goa Lawah Klungkung. Tiba di SPBU Yeh Malet lanjutkan menuju Kantor Desa Antiga. 400 meter lagi kamu akan tiba di Jalan raya Amplapura- Denpasar, kemudian ikuti jalur yang ada.

3. Pantai Pasir Putih Perasi

Pantai mana saja yang sudah kamu kunjungi di Bali? Kebanyakan para wisatawan pasti akan menyempatkan diri untuk mendatangi pantai mainstream seperti Kuta, Sanur atau Nusa Dua. Jika kamu ingin sesuatu yang berbeda saat berlibur, cobalah kunjungi Virgin Beach White Sand Beach panggilan dari turis luar ngeri atau Pantai Pasir Putih Perasi panggilan rakyat setempat.

Perjalanan menuju Pantai Pasir Putih Perasi memang cukup sulit tidak semudah mencari hotel murah di Bali melalui reservasi.com. Perjalanan dari Kuta, Sanur, dan sekitarnya memrlukan waktu tempuh kurang lebih satu jam dengan berkendara.  Dari Kuta, daerah yang yang kamu tuju pertama adalah Karangasem. Dari Karangasem ikuti jalan terus lurus hingga tiba di Candidasa.  Dari Candidasa perjalanan dilanjutkan menuju Kota Amlapura.

Sebelum tiba di Desa Perasi, kamu akan merasakan jalanan bukit yang menanjak dan menurun diselimuti hutan yang dihuni banyak kera.  Setibanya di Pantai Pasir Putih Perasi, kamu harus membayar biaya retribusi Rp10.000 per orang.

Meskipun namanya pasir putih, pasir di Pantai Perasi memiliki warna gading karena pasir putih bercampur dengan pantai hitam. Pantai sepanjang  600 meter ini memiliki air yang jernih dengan warna biru, benar-benar magnet untuk segera berenang atau snorkelling. Jika ingin snorkeling, masyarakat di sini menyediakan sewa peralatan snorkeling seharga Rp25.000 atau kalau kamu hanya ingin bersantai sambil menunggu sunset, kamu dapat menyewa kursi dan payung dengan kocek Rp15.000,-

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Objek Wisata Cantik dan Alami yang Belum Terjamah di Bali